Kerajaan Hindu-Budha di Indonesia

Masa kerajaan di Hindu dan Buddha

                       kerajaan hindu buddha baik dari budaya dan sejarahnya masih begitu kental                      walaupun mayoritas penduduk yang menganut muslim namun adat hindu buddha di indonesia masih kental

KERAJAAN HINDU – BUDHA DI INDONESIA


Standar Kompetensi : 
• Menganalisis perjalanan bangsa Indonesia dari negara tradisional, kolonial, pergerakan kebangsaan, hingga terbentuknya negara kebangsaan sampai Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
Kompetensi Dasar :
• Menganalisis perkembangan negara tradisional (Hindu-Budha) di Indonesia
Indikator :
• Menganalisis munculnya negara-negara kerajaan Hindu-Budha di kepulauan Indonesia
• Membandingkan struktur birokrasi politik, sosial, ekonomi antara kerajaan Hindu-Budha di berbagai daerah.
• Mengidentifikasi faktor-faktor penyebab runtuhnya kerajaan Hindu – Budha 


KERAJAAN KUTAI

– Letak : di daerah Muarakaman tepi Sungai Mahakam, Kalimantan Timur.
– Sumber sejarah : tujuh buah prasasti yang tertulis pada Yupa, Yupa adalah tiang/tonggak kayu yang dipergunakan untuk menambatkan binatang kurban. Prasasti ini ditulis dengan bahasa Sansekerta dan tulisan Pallawa. Kerajaan Kutai merupakan kerajaan Hindu yang pertama di Indonesia dan mulai tumbuh sekitar tahun 400 M. agama Hindu yang tersiar di Kalimantan (Kutai) adalah dari India Selatan dengan bukti :
– Prasasti dengan tulisan Pallawa, hanya digunakan di India Selatan.
– Adanya kata Waprakeswara (lapangan suci Dewa Shiwa) yaitu suatu tempat suci yang berhubungan dengan Trimurti.
– Penggunaan nama berakhiran Warman adalah kebiasaan orang India Selatan.
• Sehingga dari prasasti tersebut kita dapat menyimpulkan :
– Raja Kudungga memiliki seorang anak yang bernama Aswawarman. Asmawarman mempunyai tiga anak dan salah satunya adalah Mulawarman.
– Pendiri keluarga kerajaan/Wangsakarta : Aswawarman.
– Agama yang dipeluk berasal dari India.
– Agama yang dianut raja Mulawarman : agama Siwa.
• Raja Kudungga menggunakan nama asli Indonesia, sedang keturunannya memakai nama Hindu

KERAJAAN TARUMANEGARA

– Letak : antara sungai Citarum-Cisadane (prasasti) sedangkan Purbacaraka berdasarkan prasasti tugu, terletak di daerah Bekasi.
– Sumber sejarah : a. Prasasti
• b. Berita Cina
• Sumber Prasasti ada 7 buah prasasti yang berhuruf Pallawa dan berbahasa Sansekerta. Tujuh prasasti tersebut adalah :
– Prasasti Ciaruteun, pada prasasti ini didapatkan sepasang telapak kaki raja Purnawarman.
– Prasasti Kebon Kopi, pada prasasti ini ditemukan pahatan gambar tapak kaki gajah yang disamakan dengan tapak kaki gajah Airawata.
– Prasasti Jambu, prasasti ini menerangkan bahwa raja Purnawarman itu gagah, pemimpin yang termashur.
– Prasasti Tugu, prasasti ini menerangkan tentang penggalian saluran Gomati dan sungai Candrabaga.
– Prasasti Pasir Awi, prasasti ini ditemukan di daerah Bogor.
– Prasasti Muara Cianten, ditemukan di daerah Bogor.
– Prasasti Lebak, menerangkan tentang keperwiraan, keagungan dan keberanian Purnawarman.
• Sumber berita Cina
– Tulisan Fa Hien, seorang musafir Cina menulis bahwa di Yepoti (Jawa Dwipa) hanya sedikit orang yang beragama Budha, tetapi kaum Brahmana lebih banyak.
– Berita dari Dinasti Sui yang menyebutkan bahwa Tolomo (Taruma) mengirimkan utusan ke Cina pada tahun 528 M, dan 535 M.
– Berita dari Dinasti Tang, menyebutkan bahwa pada tahun 666 M utusan Tolomo datang ke China.
• Pemerintahan dan Kehidupan Masyarakat
• Kerajaan Tarumanegara berkembang abad ke-5 M dengan raja yang sangat terkenal yaitu Purnawarman, daerah kekuasaan meliputi Banten, Jakarta, dan Bogor. Agama yang dipeluk adalah Hindu, sedang berdasarkan berita Fa Hien, di Tolomo ada 3 agama yaitu Hindu, Budha dan kepercayaan Animisme. Perkembangan kerajaan ini tidak dapat diketahui dengan jelas, dimungkinkan pada abad ke-7 dihancurkan Sriwijaya. Hal ini dibuktikan melalui : prasasti Kota Kapur (686 M) yang menyebut bahwa Sriwijaya sedang berperang dengan Bumi Jawa (Tarumanegara) karena tidak mau tunduk pada Sriwijaya dan sejak akhir abad ke-7 Cina tidak pernah menyebut adanya pedagangan dengan Tarumanegara (To-Lo-Mo)

KERAJAAN HOLING

• Mengenai letak kerajaan Holing hingga kini belum diketahui dengan pasti hal ini disebabkan tidak diketemukannya catatan-catatan tertulis.
• Berdasarkan berita Cina (catatan I Tsing) disebutkan bahwa temannya yang bernama Hui-Ning pada tahun 664/665 pergi ke Holing untuk mempelajari agama Budha dengan seorang pendeta bernama Jnanabhadra. Juga disebutkan bahwa kerajaan Holing diperintah oleh seorang raja putri bernama Ratu Sima. Pemerintahannya sangat keras tetapi adil dan bijaksana. Rakyat tunduk dan taat terhadap perintah Ratu. Kehidupan masyarakatnya sangat teratur, hubungan perdagangan sudah dilakukan dengan pasar sebagai pusatnya.

KERAJAAN KANJURUHAN

Keterangan tentang kerajaan tertua di Jawa Timur ini dapat diketahui dari prasasti Dinoyo yang berangka tahun 760 M. Prasasti Dinoyo ditemukan di desa Dinoyo di sebelah barat kota Malang. Prasasti Dinoyo berisi pendirian sebuah bangunan suci untuk Dewa Agastya, didirikan oleh Raja Gajayana. Prasasti Dinoyo ditulis dengan huruf Jawa Kuno dan berbahasa Sansekerta. Bangunan suci itu sekarang dikenal dengan Candi Badut 

KERAJAAN MELAYU

Letak : diperkirakan pusatnya di daerah ini di kanan kiri sungai Batanghari ditemukan peninggalan-peninggalan beruba candi-candi. Arca dan peninggalan-peninggalan lainnya. Seorang musyafir Cina I-Tsing namanya menyebutkan di dalam bukunya bahwa pada bad ke-7 M, Melayu telah dimasukkan ke dalam kekuasaan kerajaan Sriwijaya.

KERAJAAN SRIWIJAYA

Sumber sejarah : kerajaan Sriwijaya yang terletak di Sumatera keberadaannya dapat diperoleh dari bukti-bukti sebagai berikut :

Sumber dalam negeri
• a). Prasasti Kedukan Bukit (683 M)
Isi : Raja Sriwijaya Dapunta Hyang membawa tentara 20.000 orang berhasil 
menundukkan Minangatamwan (daerah Binaga yang terletak di Jambi).
• b). Prasasti Talang Tuo (684 M)
Isi : Pembuatan Taman Srikesetra atas perintah Raja Dapunta Hyang.
• c). Karang Birahi (686 M)
Menunjukkan penguasaan daerah pedalaman di Jambi.
• d). Prasasti Kota Kapur (686 M)
Isi : Usaha penaklukan bumi Jawa. Prasasti ini ditemukan di pulau Bangka.
• e). Prasasti Telaga Batu
Isi : Kutukan raja terhadap siapa saja yang tidak taat pada raja dan melakukan 
kejahatan.
Dari prasasti itu diusulkan bahwa pusat kerajaan Sriwijaya selalu berpindah-pindah dari Minangatamwan ke Palembang selain prasasti terdapat sumber sejarah berupa bangunan kelompok Candi Muara Takus (Bangkinang, Riau)

Sumber asing
• a). Berita Cina abad ke-5 menyebutkan bahwa negara Kan-To-Li (Sriwijaya) mengirim utusan ke Cina.
• b). Berita I-Tsing bahwa kerajaan Sriwijaya negerinya dikelilingi oleh benteng abad ke-7 Sriwijaya merupakan pusat kegiatan ilmiah agama Budha.
• c). Berita India, berupa :
– Prasasti Ligor (775 M)
– Prasasti Nalanda (860 M)
Dari berita India ini dapat diperoleh keterangan bahwa kerajaan Sriwijaya mencapai zaman keemasan saat diperintah oleh Balaputradewa seorang keturunan Dinasti Syailendra, Jawa Tengah.

Kebesaran Kerjaan Sriwijaya didukung oleh faktor-faktor sbb :
• Letaknya strategis
• Runtuhnya kerajaan maritim Funan
• Armada laut yang kuat
• Menguasai daerah-daerah starategis (Selat Malaka, Sunda, Tanah Genting Kra)
• Melimpahnya hasil bumi
• Pusat pendidikan agama Budha di Asia Tenggara
Struktur Birokrasi kerajaan Sriwijaya 
Wilayah kekuasaan Sri Wijaya lebih banyak tertuju didaerah lautan maupun jalur dan pusat perdagangan yang strategis. Kekuasaan tertinggi ditangan raja bersifat langsung dalam pengawasan ditempat-tempat yang strategis.

Masa Keruntuhan Sriwijaya
• Dari berita Cina, kerajaan Sriwijaya mengalami kemunduran mulai abad ke-10 sampai runtuhnya terjadi akhir abad ke-12.
• Beberapa faktor penyebabnya adalah sebagai berikut :
– Negara-negara taklukan melepaskan diri (Ligor, Tanah Genting Kra, Kelantan, Pahang, dll)
– Mundurnya perekonomian perdagangan karena bandar-bandar penting melepaskan diri.
– Di bidang militer serangan terhadap Sriwijaya terjadi dari :
– Raja Dharmawangsa (992 M)
– Kerajaan Colamandala (1017 M)
– Raja Kertanegara (Ekspedisi Pamalayu 1275)
– Kerajaan Majapahit

KERAJAAN MATARAM KUNO

Letak Kerajaan Mataram Kuno
• Kerajaan Mataram Kuno terletak di Jawa Tengah bagian selatan, daerah intinya disebut Bhumi Mataram dengan ibu kota Medang Kamulan.
– Sumber Sejarah
• Prasasti Canggal (732 M) 
• Prasasti Kalasan (778 M) * 
• Prasati Kelurak (782 M) * 
• Prasasti Sri Kahulunan *
• Prasasti Ratu Boko (856 M) *
• Prasasti Nalanda (860 M) *
• Prasasti Mantyasih (907 M)
• Ket. * : Menerangkan keberadaan kekuasaan Dinasti Syailendra
• Disamping prasasti, Mataram kuno banyak meninggalkan bangunan-bangunan candi baik yang bercorak Hindu (dari Dinasti Sanjaya) maupun yang bercorak Budha (dinasti Syailendra).

Pemerintahan Mataram
– Dinasti Sanjaya
• Dinasti Sanjaya berkuasa sekitar abad ke-7 dari prasasti Canggal disebutkan adanya pendirian Lingga yang merupakan lambang Dewa Syiwa, selain itu menyebutkan wilayah kekuasaan Sanjaya yaitu Medang ri poh pitu.
• Sedang pada Prasasti Mantyasih disebut nama-nama raja Dinasti Sanjaya yang berkuasa atas Mataram Kuno.
• 
Rakai Mataram Sang Ratu Sanjaya 
• Sri Maharaja Rakai Panangkaran 
• Sri Maharaja Rakai Panunggalan 
• Sri Maharaja Rakai Warak Balitung 
• Sri Maharaja Rakai Garung 
• Sri Maharaja Rakai Pikatan 
• Sri Maharaja Rakai Kayuwangi
• Sri Maharaja Rakai Watuhumalang 
• Sri Maharaja Rakai Watukura Dyah 
• 
Pada akhir abad 8 kekuasaan Dinasti Sanjaya terdesak oleh Dinasti Syailendra seperti disebutkan prasasti Kalasan (778 M) bahwa Raja Panangkaran membuat candi Budha, padahal dinasti Sanjaya memeluk agama Hindu.

– Dinasti Syailendra
• Bhanu (752 – 775)
• Wisnu (775 – 782)
• Indra (782 – 812)
• Samaratungga (812 – 833)
• Pramodhawardhani (833 – 856)
• Pernikahan Pramodhawardhani dengan Pikatan (Dinasti Sanjaya menyebabkan dinasti Sanjaya mulai kokoh kembali bahkan Mataram dapat dipersatukan. Pada tahun 924 Raja Wawa memerintah dibantu Mpu Sindok sebagai Mahamantri dan memindahkan pusat pemerintahannya ke Jawa Timur.

Sistem Birokrasi
• Wilayah dibagi : wilayah pusat (merupakan daerah pusat kerajaan, istana raja, tempat para pejabat tinggi kerajaan dan wilayah watak daerah-daerah dikuasai oleh para Rakai atau Pamgat juga sebagai pejabat tinggi kerajaan) 

KERAJAAN MEDANG

• Kerajaan Medang dirintis oleh Mpu Sindok pendiri wangsa Isyana di Jawa Timur. Sindok adalah menantu Wawa, telah berhasil memindahkan pusat pemerintahan dari Jawa Tengah ke Jawa Timur. Dia bergelar Sri Maharaja Rake Hino Sri Isyana Wikramadharmo Tunggadewa. Mpu Sindok digantikan putrinya yang bernama Sri Isyanatunggawijaya. Dia kawin dengan Lokapala punya anak bernama Makutawangsawardhana. Dia diganti putranya, Dharmawangsa dengan gelar Sri Dharmawangsa Teguh Ananta Wikramatunggadewa.
• Pada tahun 1016 M, terjadi peristiwa Pralaya, karena mendapat serangan dari kerajaan Wura-wuri. Kerajaan dibumihanguskan dan hanya Airlangga (putra Mahendratta) yang berhasil lolos disertai oleh Narottama, pada tahun 1919 M, Airlangga Ananta Wikramatungga-dewa, masa pemerintahannya kerajaan mencapai kejayaan. Sebagai bukti berhasil merebut kembali daerah-daerah yang pernah lepas dan menyatukan kembali kerajaan. Narottama diberi jabatan Rakrayan Kanuruhan.
• Bidang perekonomian dan budaya juga mengalami kemajuan. Antara lain dibuat bendungan Waringin Sapto utnuk pertanian. Pada tahun 1035 ditulis kitab Arjunawiwaha oleh Mpu Kanwa. Kitab ini menggambarkan kehidupan Airlangga dan dirinya sebagai titisan Dewa Wisnu. Perwujudannya dapat dilihat Arca Wisnu naik Garuda di Candi Belahan. Sepeninggal Airlangga wilayah dibagi dua yaitu kerajaan Kediri dan Jenggala.

KERAJAAN KEDIRI

– Sumber Sejarah
– Prasasti Sirah Keting (1140 M) tentang pemberian hadiah tanah kepada rakyat desa oleh Jayawarsa.
– Prasasti yang ditemukan di Tulung Agung Kertosono, berisi masalah keagamaan (Raja Bameswara 117 – 1130 M)
– Prasasti Ngantang (1135 M) tentang Raja Jayabaya memberi hadiah rakyat desa Ngantang sebidang tanah bebas pajak.
– Prasasti Jaring (1181 M) tentang Raja Gandra yang memuat sejumlah nama-nama hewan seperti Kebo Waruga dan Tikus Janata.
– Prasasti Kamulan (1194 M) tentang raja Kertajaya yang menyatakan bahwa Kediri berhasil mengalahkan musuh di Katang-katang.
– Buku Cina yang berjudul Chu Fan Chai karangan Chu Ju Kua (1220 M) yang mengambil cerita dari buku Ling Wai Taita (1778 M) karangan Chu Ik Fei tentang kerajaan Kediri pada abad ke-12 dan 13 M.

– Aspek Kehidupan politik
• Pada abad ke-10 pusat pemerintahan di Jawa Tengah dipindahkan ke Jawa Timur karena ada suatu hal, pada awalnya wilayah kekuasaan kerajaan Kediri meliputi daerah Kediri, Madiun, dan daerah bagian barat kerjaan Medang Kamulan.
• Raja-raja yang pernah memerintah :
– Raja Jayawarsa (1140 M)
– Raja Baweswara (117 – 1130 M)
– Raja Jayabaya (1135 – 1157 M)
– Raja Sarweswara dan Raja Aryeswara (tidak diketahui)
– Raja Gandra (1181 M)
– Raja Kertajaya (1190 – 1222 M)

– Kehidupan Sosial
• Pada amasa Raja Jayabaya terdapat usaha utnuk memberikan perlindungan terhadap para ahli sastra seperti penyair dan pengarang sehingga mereka bisa mengembangkan kreatifitasnya. Hal ini dibuktikan dengan munculnya kitab Lubdhaka yang memberikan pelajaran moral tentang tinggi rendahnya martabat seseorang tidak ditentukan berdasarkan asal dan kedudukan, melainkan berdasarkan tingkah lakunya.

– Kehidupan Ekonomi
• Kehidupan perekonomian rakyat Kediri menurut catatan para pedagang Cina yang dikumpulkan jadi kronik-kronik kerajaan yang disebutkan bahwa :
– Kediri banyak menghasilkan beras.
– Barang dagangan yang laku di pasaran pada masa itu adalah emas, perak, gading, kayu cendana, dsb.
– Letak kerajaan Kediri sangat strategis dalam pelayaran perdagangan antara Indonesia Timur dengan Indonesia Barat.

– Kehidupan Budaya
• Abad ke-12 M memiliki arti sangat penting dalam masa selanjutnya. Kerajaan Kediri banyak meninggalkan pelajaran untuk mengembangkan kerajaan diantaranya ;
– Suatu negara bisa maju jika kondisi ekonomi stabil.
– Keadaan politik harus stabil agar kekuatan bangsa tidak kurang.
– Kehidupan kebudayaan harus diperluas, untuk menambah kejayaan bangsa.
• Hasil karya sastra :
• Krisnayana, dari jaman pemerintahan Raja Jayawarsa
• Bharatayuda, karangan Empu Sedah dan Empu Panuluh
• Arjuna Wiwaha karangan Empu Kanwa
• Hariwangsa karangan Empu Pamuluh
• Bhamakarya pengarangnya tidak jelas

KERAJAAN SINGASARI

– Sumber Sejarah 
• Kitab Pararaton, tentang raja-raja Singasari
• Kitab Negarakertagama, berisi silsilah raja-raja Majapahit yang memiliki hubungan erat dengan raja-raja Singasari.
• Berita asing (Cina) tentang Kaisar Khubilai Khan (Cina) mengirim pasukannya untuk menyerang Singasari.
• Peninggalan-peninggalan berupa bangunan candi yang dijadikan makam dari Raja Singasari seperti Candi Kidal, Candi Jago, Candi Singasari, dsb.

– Aspek Kehidupan Politik
• Sebagai kerajaan Hindu pada waktu itu kerajaan Singasari pernah mencapai kejayaan dan merupakan cikal bakal kerjaan Majapahit. 

Berikut raja-raja yang pernah memerintah di Singasari. 
– Ken Arok
• Pertemputan di dekat Ganter tahun 1222 M, membawa nama Ken Arok semakin baik. Dan akhirnya Ken Arok memutuskan untuk membentuk dinasti baru yaitu dinasti Rajasa dan membangun kerajaan baru yaitu Singasari.
– Anusapati
• Setelah Ken Arok dibunuh Anusapati, tahta kerajaan Singasari dipegang Anusapati (1227 – 1248 M). Walaupun pemerintahannya berlangsung lama tapi ternyata kematian Ken Arok pun pada akhirnya tercium oleh Tohjaya yang akhirnya dengan keris yang sama dia dibunuh Anusapati.
– Tohjaya
• Pemerintahan Tohjaya berlangsung singkat (1248 M) karena kematian Anusapati akhirnya diketahui oleh Raggawuni (putra Anusapati) dan dia menuntut hak atas tahta Singasari. Dengan bantuan Mahesa Cempaka dan Lembu Ampel akhirnya Ranggawuni berhasil merebut tahta kerjaan dengan gelar Wisnuwardhana.
– Wisnuwardhana
• Dengan dibantu Mahesa Cempaka yang bergelar Narasinghamurti Wisnuwardhana memerintah Singasari dari tahun 1248 – 1268 M. pada tahun 1254 M Wisnuwardhana mengangkat putranya yang bernama Kertanegara sebagai yuvaraja (raja muda) dan Wisnuwardhana merupakan satu-satunya yang tidak terbunuh.
– Kertanegara
• Raja Kertanegara (1268 – 1292 M) merupakan raja terakhir di Singasari dan dia berhasil melangkah ke luar wilayah Jawa Timur untuk mewujudkan cita-cita persatuan Nusantara dibawah panji kerajaan Singasari. Dan berikut adalah usaha Kertanegara guna mencapai tujuan politiknya :
– Politik Dalam Negeri
– Mengadakan pergeseran pembantu-pembantunya seperti Mahapatih Raganata digantikan oleh Aragani. Raganata diangkat menjadi Adhyaksa di Tumapel. juga Banyak Wide yang berasal dari rakyat biasa diangkat menjadi Bupati Sumenep (Madura)
– Berbudi baik pada lawan politiknya dengan mengangkat putra Jayakatwang (Raja Kediri) yang bernama Ardharaja menjadi menantunya dan Raden Wijaya (cucu Mahesa Cempaka) sebagai menantunya.
– Memperkuat angkatan perang
– Politik Luar Negeri
• Untuk mencapai cita-cita politiknya itu, Raja Kertanegara menempuh cara :
– Melaksanakan ekspedisi Pamalayu (1275 dan 1286 M) untuk menguasai Kerajaan Melayu serta melemahkan posisi kerajaan Sriwijaya di Selat Malaka.
– Menguasai Bali (1289 M)
– Menguasai Pahang (Malaya) dan Tanjung pura (Kalimantan)

KERAJAAN BALI

– Sumber Sejarah
– Prasasti Sanur (839 C/917 M) tentang adanya kekuasaan raja-raja dari Wangsa / Dinasti Warmadewa.
– Prasasti Calcuta, India (1042 M) tentang asal-usul Airlangga yaitu dari keturunan raja-raja Bali (dinasti Warmadewa). Raja Airlangga terlahir dari raja dayana (Bali) dengan Mahenradrata (putri kerjaan Medang Kamulan adik raja Dharmawangsa).

– Aspek Kehidupan Politik
• Mengingat sumber bukti dari Kerajaan Bali tidak lengkap, maka sistem dan bentuk pemerintahannya tidak jelas.
• Raja-raja Bali yang pernah berkuasa :
– Raja Sri Kesari Warmadewa (835 C / 913 M) adalah raja pertama dan pendiri dinasti Warmadewa.
– Raja Ugrasena (915 – 942 M) meninggalkan beberapa prasasti tentang pembebasan pajak terhadap daerah tertentu serta pembangunan tempat suci.
– Raja Tabanendra Warmadewa (tidak diketahui tahunya).
– Raja Jaya Sadhu Warmadewa (tidak diketahui tahunnya).
– Sri Maharaja Sri Wijaya Mahadewi (983 M), diperkirakan bahwa dia adalah putri dari Mpu Sindok (Dinasti Isyana)
– Dharma Udayana Warmadewa (989 – 1022 M) pada masa ini penulisan prasasti-prasasti sudah dimulai dengan menggunakan huruf dan bahasa Jawa Kuno.
– Raja Marakarta (1025 M) memerintah tidak lama karena meninggal duni dan sistem pemerintahannya tidak diketahui secara jelas.
– Raja Anak Wungsu (1049 – 107 M) Raja Bali yang berhasil memepersatukan seluruh Bali.
– Raja yang sakti (tidak diketahui secara jelas)
– Raja Bedahulu (1343 M), raja terakhir Bali Kuno.
• Ketika dilancarkan ekspedisi Majapahit dibawah pimpinan Gajah Mada di Bali, kerjaan Bali tidak bisa bertahan dan akhirnya menjadi bagian kekuasaan Majapahit.

– Struktur Birokrasi Kerajaan Bali
• Disebutkan dalam prasasti bertahun antara 882 M- 934 M : Raja dalam menjalankan pemerintahanya dibantu oleh badan penasehat raja dan badan-badan lain seperti Panglapuan, Somanhanda Senapati di Pangluapan.
• Pejabat dari pusat sampai daerah-daerah diangkat dan diberhentikan oleh raja serta tunduk terhadap perintahnya.

KERAJAAN PAJAJARAN

– Sumber Sejarah
– Prasasti Rakryan Juru Pangambat (923 M) ditemukan di Bogor memuat mengenai pengembalian kekuasaan Raja Pajajaran (kemungkinan kerajaan Pajajaran pernah dikuasai oleh kerajaan-kerajaan di Jawa Timur atau Sriwijaya)
– Prasasti Horren (dari Majapahit) tentang penduduk dari kampung ;Horren sering tidak merasa aman, karena adanya gangguan musuh dari arah barat (kemungkinan kerajaan Pajajaran)
– Prasasti Citasih (1030 M) dibuat atas perintah Raja Jayabhupati untuk memperingati bangunan Sang Hyang Tapak sebagai tanda terima kasih raja terhadap pasukan Pajajaran, berhasil memenangkan perang melawan pasukan dari Swarnabumi.
– Prasasti Astanagede (di Kawali – Ciamis) tentang perpindahan pusat pemerintahan dari Pakwan (Pakuan) Pajajaran ke Kawali.
– Kitab Carita Kidung Sundayana menceritakan kekalahan pasukan Pajajaran dalam pertempuran di Bubat (Majapahit) dan tewasnya Raja Sri Buduga beserta putrinya.
– Kitab Carita Parahyangan menceritakan mengenai pengganti Raja Sri Baduga setelah perang Bubat bernama Hyang Wuni Sola.
Aspek Kehidupan Politik
• Raja-raja yang pernah berkuasa :
– Maharaja Jayabhupati
– Rahyang Niskala Wastu Kencana
– Rahyang Dewa Nishala
– Sri Baduga Maharaja (1357 M)
– Hyang Wuni Sola
– Ratu Samian / Prusu Surawisesa
– Prabu Ratu Dewata
Struktur Birokrasi 
• Kekuasaan tertinggi ditangan raja dalam menjalankan tugas dibantu oleh Mangkubumi, di daerah-daerah dikuasai oleh Syah Bandar yang mewakili raja didaerahnya masing-masing. Untuk persiapan penggantian raja diangkat seorang putra Mahkota.

Kehidupan Sosial
• Kehidupan masyarakat Pajajaran digolongkan menjadi :
– Golongan seniman
– Golongan petani
– Golongan pedagang
– Golongan yang dianggap jahat, yaitu tukang copet, tukang tampus, begal, maling, dsb.
Kehidupan ekonomi
– Perdagangan laut
– Perdagangan darat
Kehidupan kebudayaan
• Pengaruh agama Hindu rakyat Sunda Jawa Barat dapat diketahui dari :
– Arca-arca Wisnu di daerah Ci Buaya dan arca-arca Rajarsi.
– Kitab carita Parahyangan dan kitab Sanghyang Siksakandra.
– Cerita-cerita dalam sastra Sunda Kuno bercorak Hindu.

KERAJAAN MAJAPAHIT

Sumber Sejarah
– Prasasti Butak (1294 M) dikeluarkan R. Wijaya setelah ia naik tahta yang memuat peristiwa keruntuhan kerajaan Singasari dan perjuangan Raden Wijaya untuk mendirikan kerajaan.
– Kidung Harsawijaya dan Kidung Panji Wijayakrema menceritakan R. Wijaya ketika menghadapi musuh dari kediri dan tahun awal perkembangan Majapahit.
– Kitab Pararaton menceritakan tentang pemerintahan raja-raja Singasari dan Majapahit.
• Kitab Negarakertagama menceritakan tentang perjalanan raja Hayam Wuruk ke Jawa Timur 

– Aspek Kehidupan Politik
• Kekuasaan kerjaan majapahit merupakan suatu massa yang paling mengesankan dalam sejarah Indonesia, karena pada masa ini Indonesia terdapat suatu kerajaan besar yang disegani oleh banyak negara asing dan membawa keharuman nama Indonesia sampai jauh keluar wilayah negara Indonesia.

– Struktur Birokrasi
• Sifat kekuasaan kerajaan teritorial dan desentralisasi. Raja memegang kekusaan tertinggi (sebagai penjelmaan dewa) dalam menjalankan tugas dibantu oleh beberapa pejabat kerajaan antara lain dewan pertimbangan kerajaan, Mangkubumi dan pejabat dibidang keagamaan 
• Perjuangan Raden Wijaya
• Sejak serangan Jayakatwang atas Singasari Raden Wijaya berhasil melarikan diri ke Arya Wiraraja di Madura. Atas jasa Wiraraja, Wijaya diterima kembali oleh Jayakatwang serta akhirnya diberi tanah Tarik.
• Serangan Khubilai Khan ke Jawa dimanfaatkan Raden Wijaya untuk mengatur siasat menyerang Kediri. Setelah Kediri jatuh (Jayakatwang dan putranya dibawah Raden Wijaya berbalik menyerang Tartar. Dia memerintah dan mendirikan Kerajaan Majapahit dengan gelar Kertarajasa Jayawardhana. Dan dengan diperistrinya putri Kertanegara maka dia telah mempersatukan keluarga besar Ken Arok.
• Pada tahun 1309 M, Kertarejasa digantikan Kalagemet hingga 1328 M., masa pemerintahan Sri Jaya Negara (Kalagemet) diwarnai pemberontakan-pemberontakan :
– Ronggolawe – Nambi
– Lembu Sora – Kuti
• Saat pemberontakan Kuti itulah muncul peranan Gajah Mada tahun 1328 M. Jayanegara di bawah Banyu Tanca yang berhasil dibalas juga oleh Gajah Mada. Pengganti Jayanegara adalah Tribuana Tunggadewi (putri Gayatri 1328 – 1350 M) yang berhasil ditumpas oleh Gajah Mada. Saat itulah gajah Mada diangkat Patih Mangkubumi Majapahit dan mengucapkan Sumpah “Tan Amukti Palapa”. Majapahit mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan Hayam Wuruk yang naik tahta pada usia 16 tahun, dengan gelar, Rajasanegara. Politik dalam negeri ditempuh dengan memusatkan kegiatan politik dan stabilitas di Majapahit, sedangkan politik luar negerinya adalah persatuan wilayah Nusantara. Melanjutkan usaha Kertanegara berhasil menggalang kerjasama dengan negara tetangga (Mitreka Strategi) Birma, Ligor, Anam, Campa, Kamboja, dan Srilangka.
– Struktur Birokrasi
• Sifat kekuasaan kerajaan teritorial dan desentralisasi. Raja memegang kekusaan tertinggi (sebagai penjelmaan dewa) dalam menjalankan tugas dibantu oleh beberapa pejabat kerajaan antara lain dewan pertimbangan kerajaan, Mangkubumi dan pejabat dibidang keagamaan 

Perjuangan Raden Wijaya
• Sejak serangan Jayakatwang atas Singasari Raden Wijaya berhasil melarikan diri ke Arya Wiraraja di Madura. Atas jasa Wiraraja, Wijaya diterima kembali oleh Jayakatwang serta akhirnya diberi tanah Tarik.
• Serangan Khubilai Khan ke Jawa dimanfaatkan Raden Wijaya untuk mengatur siasat menyerang Kediri. Setelah Kediri jatuh (Jayakatwang dan putranya dibawah Raden Wijaya berbalik menyerang Tartar. Dia memerintah dan mendirikan Kerajaan Majapahit dengan gelar Kertarajasa Jayawardhana. Dan dengan diperistrinya putri Kertanegara maka dia telah mempersatukan keluarga besar Ken Arok.
• Pada tahun 1309 M, Kertarejasa digantikan Kalagemet hingga 1328 M., masa pemerintahan Sri Jaya Negara (Kalagemet) diwarnai pemberontakan-pemberontakan :
– Ronggolawe – Nambi
– Lembu Sora – Kuti
• Saat pemberontakan Kuti itulah muncul peranan Gajah Mada tahun 1328 M. Jayanegara di bawah Banyu Tanca yang berhasil dibalas juga oleh Gajah Mada. Pengganti Jayanegara adalah Tribuana Tunggadewi (putri Gayatri 1328 – 1350 M) yang berhasil ditumpas oleh Gajah Mada. Saat itulah gajah Mada diangkat Patih Mangkubumi Majapahit dan mengucapkan Sumpah “Tan Amukti Palapa”. Majapahit mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan Hayam Wuruk yang naik tahta pada usia 16 tahun, dengan gelar, Rajasanegara. Politik dalam negeri ditempuh dengan memusatkan kegiatan politik dan stabilitas di Majapahit, sedangkan politik luar negerinya adalah persatuan wilayah Nusantara. Melanjutkan usaha Kertanegara berhasil menggalang kerjasama dengan negara tetangga (Mitreka Strategi) Birma, Ligor, Anam, Campa, Kamboja, dan Srilangka.

Kehidupan Ekonomi
• Dalam dunia perdagangan, kerajaan Majapahit memegang dua peranan yang sangat penting :
– Sebagai kerajaan produsen
– Sebagai kerajaan perantara
• Dengan demikian, hubungan kerajaan Majapahit dengan negara tetangga telah membawa keuntungan besar bagi kerajaan Majapahit.

Kehidupan Budaya
Candi :
• – Candi Penataran
• – Candi Egalwangi dan Surawana (Pare, Kediri)
• – Candi Suwentar (Blitar)
• – Candi Sumberjati (Blitar)
• – Canti Tikus (Trowulan)
Sastra
– Sastra zaman Majapahit awal, diantaranya :
– Kitab Negara Kertagama karangan Mpu Prapanca
– Kitab Sutasoma karangan Mpu Tantular
– Kitab Arjunawiwaha karangan Mpu Tantular
– Kitab Kunjarakarna tidak diketahui pengarangnya
– Kitab Parthayajna, tidak diketahui pengarangnya
– Sastra zaman Majapahit akhir :
– Kitab Pararaton mengenai riwayat raja-raja Singasari dan Majapahit
– Kitab Sudayana mengenai peristiwa bubat
– Kitab Solandaka mengenai pemberontakan Semi
– Kitab Ranggalawe mengenai pemberontakan Ranggalawe
– Panji Wijaya Krama mengurangi riwayat Raden Wijaya sampai menjadi raja.
– Kitab Usana Jawa, tentang penaklukan P. Bali oleh Gajah Mada dan Arya Damar, pemindahan Keraton Majapahit ke Gelgel dan penumpasan Raja yang bernama Maya Denawa.
– Kitab Usana Bali, tentang kekacauan di Pulau Bali akibat keganasan Maya Denawa yang akhirnya dibunuh oleh dewa-dewa.

RUNTUHNYA TRADISI HINDU – BUDHA DI INDONESIA

• Faktor-faktor yang mempengaruhi runtuhnya Hindu Budha 
• Pertumbuhan dan perkembangan kerajaan Hindu-Budha sangat besar pengaruhnya terhadap aspek kehidupan masyarakat. 
• Tradisi Hindu Budha ikut berkembang juga dimasyarakat, tetapi akhirnya kerajaan-kerjaan Hindu Budha tersebut mengalami kemunduran bahkan kehancuran. Seiring dengan runtuhnya kerajaan Hindu Budha tersebut maka tradisi Hindu Budha juga mengalami kemunduran.
• Hal-hal yang menyebabkan keruntuhan kerajaan Hindu Budha.
• masuknya agama islam yang mudah dipelajari dan diterima oleh masyarakat
• munculnya kekuasaan (kerajaan baru yang beragama Islam) 
• kepemimpinan di kerajaan Hindu-Budha yang mulai melemah 
• banyaknya kerajaan-kerajaan /adipati yang melepaskan diri dari pemerintahan pusat (pengaruh Islam) terutama daerah pesisir
• perang saudara karena perebutan tahta
• lemahnya perekonomian/ perdagangan militer kerajaan-kerajaan Hindu Budha.

Membaca Permulaan

Pengertian Dan Tujuan Membaca Permulaan

1. Pengertian membaca permulaan
Membaca permulaan merupakan tahapan proses belajar membaca bagi siswa sekolah dasar kelas awal. Siswa belajar untuk memperoleh kemampuan dan menguasai teknik-teknik membaca dan menangkap isi bacaan dengan baik. Oleh karena itu guru perlu merancang pembelajaran membaca dengan baik sehingga mampu menumbuhkan kebiasan membaca sebagai suatu yang menyenangkan.
Empat aspek keterampilan berbahasa dalam dua kelompok kemampuan (Muchlisoh, 1992: 119) :
1. Keterampilan yang bersifat menerima (reseptif) yang meliputi ketrampilan membaca dan menyimak.
2. Keterampilan yang bersifat mengungkap (produktif) yang meliputi ketrampilan menulis dan berbicara.
Pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar (SD) bertujuan meningkatkan kemampuan siswa berkomunikasi secara efektif, baik lisan maupun tertulis, baik dalam situasi resmi non resmi, kepada siapa, kapan, dimana, untuk tujuan apa. bertumpu pada kemampuan dasar membaca dan menulis juga perlu diarahkan pada tercapainya kemahirwacanaan.
Pada tingkatan membaca permulaan, pembaca belum memiliki keterampilan kemampuan membaca yang sesungguhnya, tetapi masih dalam tahap belajar untuk memperoleh keterampilan atau kemampuan membaca. Membaca pada tingkatan ini merupakan kegiatan belajar mengenal bahasa tulis. Melalui tulisan itulah siswa dituntut dapat menyuarakan lambang-lambang bunyi bahasa tersebut, untuk memperoleh kemampuan membaca diperlukan tiga syarat, yaitu kemampuan membunyikan (a) lambang-lambang tulis, (b) penguasaan kosakata untuk memberi arti, dan (c) memasukkan makna dalam kemahiran bahasa. Membaca permulaan merupakan suatu proses keterampilan dan kognitif. Proses keterampilan menunjuk pada pengenalan dan penguasaan lambang-lambang fonem, sedangkan proses kognitif menunjuk pada penggunaan lambang-lambang fonem yang sudah dikenal untuk memahami makna suatu kata atau kalimat (Nuryati, 2007).

2. Tujuan membaca permulaan
Pembelajaran membaca permulaan diberikan di kelas I dan II. Tujuannya adalah agar siswa memiliki kemampuan memahami dan menyuarakan tulisan dengan intonasi yang wajar, sebagai dasar untuk dapat membaca lanjut. Tujuan membaca permulaan juga dijelaskan dalam (Depdikbud, 1994:4) yaitu agar “Siswa dapat membaca kata-kata dan kalimat sederhana dengan lancar dan tepat“.
Pelaksanaan membaca permulaan di kelas I Sekolah Dasar dilakukan dalam dua tahap, yaitu membaca periode tanpa buku dan membaca dengan menggunakan buku. Pembelajaran membaca tanpa buku dilakukan dengan cara mengajar dengan menggunakan media atau alat peraga selain buku misalnya kartu gambar, kartu huruf, kartu kata dan kartu kalimat. Pembelajaran membaca dengan buku merupakan kegiatan membaca dengan menggunakan buku sebagai bahan pelajaran.

Membaca Memindai

Pelajaran Bahasa Indonesia tentang Membaca Memindai (scanning)

Membaca Memindai (scanning)
Membaca memindai yaitu membaca cepat untuk mendapatkan fakta atau informasi tertentu secara cepat dan tepat.Membaca Memindai digunakan untuk mencari nomor telephone seseorang,mencari arti tertentu dalam kamus,mencari informasi dihalaman kuning,dan mencari acara televisi.Langkah-langkah dalam membaca cepat untuk menemukan informasi adalah :
1. Tanya pada diri sendiri,informasi apa yang diperlukan : nomor telephone temankah ?acara liga Italiakah?
2. Carilah sumber bacaannya : buku telephone,daftar acara tv,buku resep masakan,ensiklopedia,atau sumber lainnya yang kira-kira memuat informasi itu.
3. Pindahilah (scan-lah)daftar isi atau entrikatannya!jika yang dibaca ensiklopedia,pindahilah daftar indeksnya,temukan letak halamannya !
4. Temukan letaknya ,lalu bacalah dengan teliti!ingat,bagian lain yang tak relevan tidak perlu dibaca.
Semoga rangkuman materi ini dapat bermanfaat bagi siswa teman sekolah.

Membaca Intensif

MEMBACA INTENSIF

A. Membaca Intensif
Pengertian Membaca Intensif
Membaca intensif yaitu membaca dengan penuh pemahaman untuk menemukan ide-ide pokok pada tiap-tiap paragraf, pemahaman ide-ide naskah dari ide pokok sampai pada ide-ide penjelas, dari hal-hal yang rinci sampai ke relung-relungnya.
Adapun manfaat membaca intensif antara lain: pembaca menguasai isi teks secara mantap, pembaca mengetahui latar belakang ditulisnya teks tersebut, pembaca dapat mempunyai daya ingat yang lebih lama yang berhubungan dengan isi teks.
Teknik Membaca Intensif
1. Menyiapkan naskah yang akan di baca
2. Sambil membaca:
Ø memberi garis bawah hal-hal yang dianggap penting
Ø memberi tanda pada bagian-bagian yang perlu
Ø memberikan nomor pada bagian kanan atas yang penting
Ø memberi tanda bintang pada bagian-bagian yang perlu
3. Ajukan pertanyaan sehubungan dengan naskah yang dibaca. Pertanyaan yang diajukan berhubungan dengan kognitif yang meliputi ingatan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesis, dan penilaian (C1 – C6).
4. Siswa diberikan tugas membuat rangkuman dengan menggunakan bahasanya sendiri.
5. Cara menyimpulkan teks
Ø Membaca teks secara keseluruhan satu atau dua kali
Ø Mencatat ide pokok pada setiap paragraph
Ø Menghubungkan ide pokok paragraph satu dengan paragraph lain untuk menemukan kesimpulan sementara
Ø Membaca ulang teks untuk menguji kesimpulan sementara yang sudah dibuat
Ø Menyempurnakan rumusan simpulan
6. Siswa membuat kesimpulan hasil membaca
Metode Membaca Intensif (PQ4R)
Metode belajar PQ4R merupakan metode membaca intensif yang digunakan untuk membantu siswa dalam mengingat-ingat apa yang dibaca. P singkatan dari preview maksudnya membaca selintas dengan cepat, Q singkatan dari question artinya bertanya, serta 4R singkatan dari read artinya membaca, reflecty artinya refleksi, recite artinya tanya jawab sendiri, review artinya mengulang secara menyeluruh (Trianto, 2007: 93).
Strategi belajar PQ4R merupakan salah satu bagian dari strategi elaborasi. Strategi elaborasi adalah proses penambahan rincian sehingga informasi baru akan menjadi lebih bermakna. Kaitannya dengan PQ4R strategi ini digunakan untuk membantu siswa dalam mengingat apa yang mereka baca. Selain itu, strategi ini digunakan untuk membantu proses belajar mengajar di kelas yang dilaksanakan dengan membaca buku.
Adapun langkah-langkah yang harus dilakukan dalam strategi belajar PQ4R adalah seperti berikut ini.
1. Preview
Siswa membaca selintas dengan cepat sebelum memulai membaca bahan bacaan. Siswa dapat memulai dengan membaca topik-topik subtopik utama judul dan subjudul, kalimat-kalimat permulaan atau akhir suatu pargraf atau ringkasan pada akhir suatu bab. Apabila hal itu tidak ada, siswa dapat memeriksa setiap halaman dengan cepat, membaca satu atau dua kalimat disana-sini sehingga memperoleh sedikit gambaran mengenai apa yang akan dipelajari. Perhatikan ide pokok yang akan menjadi pembahasan dalam bahan bacaan siswa.
2. Question (Tanya)
Langkah kedua adalah mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada diri sendiri untuk setiap pasal yang ada pada bahan bacaan. Pergunakan “judul dan sub judul atau topik dan sub topik utama”. Awali pertanyaan dengan menggunakan kata “apa, siapa, mengapa, dan bagaimana”. Misalnya: Masalah apa yang dibahas dalam bab tersebut dan dalam sub-sub judulnya? Masalah apa yang sedang dipikirkan dan dijawab oleh bab ini? Dengan demikian, anda sudah terlibat dan memasuki esensi dari bab tersebut. Kalau pada akhir bab telah ada daftar pertanyaan yang dibuat oleh pengarang, bacalah terlebih dahulu. Pengalaman telah menunjukkan bahwa apabila seseorang membaca untuk menjawab sejumlah pertanyaan, akan membuatnya membaca lebih hati-hati, seksama, serta dapat membantu mengingat apa yang dibacanya.
3. Read (membaca)
Sekarang bacalah karangan itu secara teliti dan seksama paragraf demi paragraf. Lakukan kegiatan itu dengan cepat dan nyaman. Kalau pikiran pokok secara keseluruhan digabungkan menjadi satu kesatuan akan mencerminkan ide-ide utama dari serangkaian paragraf-paragraf di dalam suatu bab. Anda harus dapat mengenal pikiran-pikiran pokok itu agar dapat mengikuti deretan pikiran sang pengarang.
4. Reflect
Reflect merupakan suatu komponen esensial dari langkah ketiga tersebut. Selama membaca siswa tidak hanya cukup mengingat atau menghafal, tetapi mencoba untuk memahami informasi yang dibaca. Caranya dengan (1) menghubungkan informasi itu dengan hal-hal yang telah anda ketahui, (2) mengaitkan subtopik-subtopik di dalam teks dengan konsep-konsep atau prinsip-prinsip utama, (3) cobalah untuk memecahkan kontradiksi didalam informasi yang disajikan dan, (4) cobalah untuk menggunakan materi itu untuk memecahkan masalah-masalah yang disimulasikan dan dianjurkan dari materi pelajaran tersebut.
5. Recite (ceritakanlah kembali dengan kata kata sendiri)
Siswa diminta untuk merenungkan kembali informasi yang telah dipelajari. Tuliskan ringkasan semua bagian yang dibaca dengan kalimat Anda sendiri. Hal ini penting karena Anda telah menangkap esensi bacaan dengan menyatakan butir-butir penting secara nyaring dan menanyakan serta menjawab pertanyaan-pertanyaan. Anda dapat melihat kembali catatan yang telah dibuat dan menggunakan kata-kata yang ditonjolkan dalam bacaan.
Lihat kembali pada catatan-catatan yang telah dibuat dan diingat ide-ide utama yang telah disarankannya. Periksa kembali bab itu dan yakinkanlah bahwa Anda dapat menyatakan dengan tepat isi setiap bagian-bagiannya. Dari catatan-catatan yang telah dibuat pada langkah terdahulu dan berlandaskan ide-ide yang ada, Anda diminta membuat intisari materi dari bacaan.
6. Review
Siswa diminta untuk membaca catatan singkat yang telah dibuatnya mengulang kembali seluruh isi bacaan bila perlu dan sekali lagi jawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan.
Melakukan preview dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan sebelum pembaca mengaktifkan pengetahuan awal dan mengawali proses pembuatan hubungan antara informasi baru dan apa yang telah di ketahui. Mempelajari judul-judul dan topik-topik utama membantu pembaca sadar akan organisasi bahan-bahan baru tersebut sehingga memudahkan perpindahannya dari memori jangka pendek ke memori jangka panjang.
Dari langkah-langkah strategi belajar PQ4R yang telah diuraikan di atas dapat dilihat bahwa strategi belajar ini dapat membantu siswa memahami materi pembelajaran terutama materi-materi yang lebih sukar dan menolong siswa untuk berkonsentrasi lebih lama.

Sampingan

Membaca cepat (…

Membaca cepat (250 kata / menit)

Posted: September 24, 2010 in materi kelas X

Membaca cepat adalah kegiatan membaca secara sekilas, kegiatan ini sering dilakukan saat membaca surat kabar. Teknik membaca cepat dikenal dengan teknik scanning. Orang dikatakan mempunyai kemampuan membaca yang baik apabila membaca artikel atau buku dalam kecepatan 150 kpm. Untuk membaca cepat kita harus membuka mata selebar-lebarnya dan mengarahkan konsentrasi sebaik-baiknya. Mulut tidak perlu bersuara atau melafalkan kata-kata yang sedang di baca, selain itu kita juga tidak perlu membaca kata demi kata secara mendetail. Kita cukup membaca kata kuncinya saja dan melewatkan kata-kata yang tidak penting. Tujuan membaca cepat untuk memahami maksud kalimat secara umum.

Cara meningkatkan kecepatan membaca sebagai berikut:

  1. Biasakanlah membaca dalam kelompok-kelompok kata.
  2. Jangan mengulang-ulang kalimat yang sudah dibaca.
  3. Jangan selalu berhenti lama di setiap awal atau baris kalimat.
  4. Cari kata-kata kunci yang menandai adanya gagasan utama sebuah kalimat.
  5. Abaikan saja kata-kata tugas yang sifatnya berulang-ulang.

Membaca cepat memang bukan semata-mata membaca dengan cepat saja, akan tetapi sesungguhnya juga merupakan suatu teknik untuk memusatkan perhatian terhadap apa yang anda butuhkan.

 

Mengukur kecepatan membaca

Rumus mengukur kecepatan membaca

Jumlah kata yang dibaca

_________________________________    X 60 = jumlah kpm (kata per menit)

Jumlah waktu (detik) membaca

Contoh, Jika seseorang membaca teks artikel dalam waktu 2 menit, jumlah kata dalam artikel 485, berarti kecepatan membaca orang tersebut 229 kpm, dengan perincian sebagai berikut.

485

120      X 60 = 229 kpm.

Jenis-jenis bacaan

Tag

BERBAGAI JENIS BACAAN (Materi Membaca)

BERBAGAI JENIS BACAAN

A. Pengertian Membaca
Istilah membaca dapat mencakup pengertian yang luas, hal itu terjadi karena membaca dapat dibedakan dalam berbagai ragam sesuai dengan tujuan, proses kegiatan, objek bacaan dan media yang digunakan.
Dari keanekaragaman itu dapat disimpulkan membaca adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh seseorang yang bertujuan untuk mendapatkan informasi dan pengetahuan serta dapat memahami isi bacaan tersebut. Adapun ragam membaca adalah sebagai berikut.
1. Ditinjau dari suara yaitu terdengar atau tidaknya suara
a. Terdengar atau membaca nyaring
Membaca nyaring adalah suatu aktivitas atau kegiatan yang merupakan alat bagi guru, murid ataupun pembaca bersama-sama dengan orang lain atau pendengar untuk menangkap serta memahami informasi, pikiran, dan perasaan seseorang pengarang. (Tarigan:23).
b. Tidak ada suara atau membaca dalam Hati
Adalah kegiatan membaca yang berusaha memahami keseluruhan isi bacaan secara mendalam sambil menghubungkan isi bacaan itu dengan pengalaman maupun pengetahuan yang dimiliki pembaca tanpa diikuti gerakan lisan maupun suara.
2. Ditinjau dari tujuan
a. Ekstensif: membaca secara garis besarnya saja yang termasuk dalam membaca ekstensif yaitu:
1) Membaca Cepat
Adalah ragam membaca yang dilaksanakan dalam waktu yang relatif singkat dan cepat untuk memahami isi bacaan secara garis besar saja.
2) Membaca dangkal
3) Membaca survey
4) Membaca sekilas
b. Intensif: membaca secara terperinci, yang termasuk dalam membaca intensif yaitu:
1) Membaca telaah isi
2) Membaca Kritis
Adalah kegiatan membaca dengan menggunakan pikiran dan perasaan secara kritis untuk menemukan dan mengembangkan suatu konsep.
3) Membaca ide
4) Membaca Kreatif
Adalah kegiatan membaca yang dilatarbelakangi tujuan menerapkan perolehan dan pemahaman dari pembaca untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu.
3. Ditinjau dari telaah bahasa
a. Telaah bahasa: membahas bahasa asing.
b. Telaah sastra: bahasa indonesia.

4. Jenis Bacaan
a. Artikel
Artikel adalah suatu tulisan ringkas yang membahas tentang tema ilmu pengetahuan tertentu yang tetap mengikuti kaidah-kaidah ilmu pengetahuan atau mengikuti aturan-aturan penulisan ilmiah.
Macam-macam artikel
1. Artikel penelitian yaitu semua jenis ilmiah yang merupakan laporan hasil penelitian. Seperti yang diambil dari laporan penelitian tindak kelas.
2. Artikel non penelitian yaitu semua jenis artikel ilmiah yang bukan merupakan laporan hasil penelitian. Artikel yang termaksud kategori artikel penelitian antara lain berupa artikel yang menelaah suatu teori, konsep, mendiskripsikan fakta dan menilai suatu produk.

b. Surat Kabar
Surat kabar adalah suatu media cetak yang digunakan sebagai alat untuk menyampaikan informasi kepada khalayak ramai.
Tujuan membaca surat kabar adalah sebagai berikut.
1. Untuk mengerti ide pokoknya
2. Untuk memahami fakta
3. Memahami prinsip dasar dan luas suatu masalah
4. Meningkatkan pengetahuan umum
5. Untuk memecahkan suatu masalah
6. Untuk meningkatkan kemampuan membaca

c. Iklan
Iklan mempunyai 2 pengertian yaitu sebagai berikut.
1. Berita pesanan untuk mendorong/membujuk khalayak ramai agar tertarik pada barang dan jasa yang ditawarkan
2. Pemberitahuan kepada khalayak ramai mengenai barang/jasa yang dijual dan dipasang di dalam media massa seperti surat kabar dan majalah dan media elektronik.
Jenis-jenis iklan
1. Iklan keluarga yaitu iklan yang berisi tentang berita untuk keluarga lain.
2. Iklan pengumuman yaitu yang ditujukan ke khalayak umum baik perorangan, lembaga maupun instansi.
3. Iklan undangan adalah iklan yang berisi undangan untuk suatu acara/ kegiatan.
4. Iklan permintaan yaitu iklan yang berisi permintaan kepada khalayak ramai.
5. Iklan penawaran
6. Iklan yang memuji barang yang diiklankan
7. Iklan artikel
8. Iklan sponsor
d. Tabel
Tabel adalah daftar ikhtisar sejumlah besar fakta/informasi yang biasanya hanya berupa nama dan bilangan yang tersusun secara bersistem urut ke bawah dalam lajur tertentu dengan garis pembatas sehingga dengan mudah dapat dimengerti. Tabel menyajikan data yang diklasifikasikan secara sistematik, dalam jumlah menurut kesatuan tertentu. Tabel juga dapat menjadi alat pembantu untuk merangkum gagasan-gagasan tertentu dan sekaligus untuk dijadikan alat komunikasi antara peneliti dan pembaca.

e. Grafik
Grafik adalah gambaran pasang surut suatu keadaan dengan garis/ gambar tentang naik turunnya hasil, statistik dan sebagainya. Grafik memudahkan menyampaikan ide yang kompleks secara mudah, dapat memberikan gambaran suatu data secara efektif pada pembaca. ciri grafik adalah sederhana tetapi jelas serta grafik merupakan bentuk penyajian visual yang dipakai untuk membandingkan jumlah data pada saat-saat yang berbeda.

f. Bagan
Bagan dapat diartikan sebagai gambar denah, skema, alat peraga grafik untuk mempermudah penafsiran. Bagan berfungsi sebagai petunjuk hubungan antara suatu pokok pikiran tertentu tanpa harus ada keterangan dalam jumlah.
Jenis-jenis bagan
1. Bagan arus
2. Bagan organisasi
3. Bagan peta
4. Pohon

5. Cara Membaca Jenis Bacaan
a. Cara membaca tabel
1. Baca judulnya
2. Baca informasinya yang ada di kolom-kolom atas, samping dan bawah
3. Ajukan pertanyaan tentang tabel
4. Dapatkan jawaban dari tabel tersebut

b. Cara membaca grafik
Cara membaca grafik adalah sebagai berikut.
1. Baca judulnya
2. Baca informasi yang ada di atas, di bawah / di sisinya. Informasi yang ada merupakan kunci penjelasan tentang materi yang disajikan, dapat berupa urutan tahun, persentase, dan angka-angka.
3. Ajukan pertanyaan tentang tujuan grafik tersebut
4. Baca grafik sementara membacanya secara menyeluruh, tetaplah ingat akan maksud dan tujuannya dan dapatkan keterangannya yang disajikan.
c. Cara membaca bagan
Langkah membaca bagan dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut.
1. Baca judulnya
2. Baca informasi yang ada di kotak-kotak
3. Ajukan pertanyaan tentang bagan tersebut
4. Ikuti anak panah dan aturannya
d. Cara membaca surat kabar
1. Kenali organisasi dan tata letaknya
2. Melakukan preview terlebih dahulu
3. Baca paragraf yang memuat tujuan/inti dari berita yang ditulis biasanya di bawah judul/subjudul.
4. Frase-frase yang sudah diketahui tidak usah dibaca
5. Lakukan skimming dan scanning
6. Baca tajuk rencana yang cerdas
7. Membaca surat kabar cukup 15 menit saja

Macam macam Topologi Jaringan

Jenis-Jenis Topologi Jaringan Komputer

Topologi Bus

Topologi jaringan bus banyak digunakan di awal perkembangan jaringan komputer karena relatif sederhana dibandingkan dengan topologi lainnya. Kabel yang digunakan adalah kabel koaksial dengan jarak jangkauan maksimum 185 meter.

Topologi bus menyediakan satu saluran untuk komunikasi semua perangkat, sehingga setiap perangkat harus bergantian menggunakan saluran tersebut. Dengan kata lain, hanya ada dua perangkat yang dapat berkomunikasi dalam suatu saat. Artinya, hanya satu komputer yang dapat mengirimkan data ke dalam jaringan hingga diterima oleh komputer yang dituju. Oleh karena itu, jumlah komputer sangat mempengaruhi kinerja jaringan. Semakin banyak jumlah komputer, semakin banyak pula komputer yang menunggu giliran untuk bisa mengirim data. Efeknya, unjuk kerja jaringan akan menjadi lambat.

 

Macam Macam Topologi Jaringan KomputerSinyal yang dikirimkan oleh sebuah komputer akan dikirim ke seluruh jaringan dari ujung satu sampai ujung lainnya. Sinyal ini akan terus menerus bergerak tanpa bisa dihentikan (di-interrupt). Artinya jika sinyal sudah sampai di ujung jaringan, maka dia akan berbalik arah, sehingga akan mencegah komputer lain untuk bisa mengirim data. Ingat, agar data bisa dikirim, maka jaringan bus harus bebas dari sinyal-sinyal. Untuk mengatasinya, diperlukan alat yang disebut terminator. Terminator diletakkan di ujung-ujung kabel yang menghubungkan komputer-komputer tersebut. Terminator akan menghentikan sinyal yang berbalik dan menyerap sinyal bebas sehingga membersihkan kabel tersebut dari sinyal-sinyal bebas agar komputer lain bisa mengirim data.

Keuntungan Topologi Bus

  • Biaya murah karena tidak membutuhkan peralatan hub/switch yang harganya mahal.
  • Hemat kabel.
  • Tata letak kabel sederhana.
  • Mudah dikembangkan ketika akan menambahkan komputer baru.

Kerugian Topologi Bus

  • Rentan akan kesalahan (error). Jika salah satu simpul jaringan rusak, semua komputer dalam jaringan menjadi tidak bisa diakses.
  • Tingkat kehandalannya paling rendah, sehingga tidak sesuai untuk jaringan dengan jumlah komputer yang banyak.
  • Kepadatan lalu lintas data di dalam jaringan tinggi.
  • Sulit mendeteksi kesalahan karena harus mengecek semua node di jaringan.
  • Diperlukan repeater (penguat data) bila menggunakan kabel yang cukup panjang.

Topologi Token Ring

Metode token-ring (sering disebut ring saja) adalah cara menghubungkan komputer sehingga berbentuk ring (lingkaran). Setiap node mempunyai tingkatan yang sama. Jaringan juga disebut sebagai loop karena data dikirimkan ke setiap node dan setiap informasi yang diterima akan diperiksa alamatnya apakah data itu untuknya atau bukan.

 

Macam Macam Topologi Jaringan KomputerKeuntungan Token Ring

  • Mudah dibuat.
  • Hemat kabel, bahkan lebih hemat bila dibandingkan topologi bus.

Kerugian Token Ring

  • Peka akan adanya kesalahan, jika ada satu simpul dalam jaringan rusak, maka semua komputer dalam jaringan tidak bisa diakses (sama seperti topologi bus).
  • Pengembangan jaringan lebih kaku. Karena simpulnya berupa lingkaran tertutup, maka akan cukup merepotkan untuk menambah komputer baru.
  • Tidak sesuai untuk jaringan dengan jumlah komputer yang banyak.

Topologi Bintang (Star)

Dalam topologi ini ada kontrol terpusat yang disebut hub atau switch. Hub dan switch akan meneruskan data yang dikirim suatu komputer sehingga sampai di komputer yang dituju. Oleh karena itu, hub dan switch dalam jaringan komputer sering disebut konsentrator.

 

Macam Macam Topologi Jaringan KomputerKeuntungan Topologi Bintang (Star)

  • Paling fleksibel dan tidak mudah mengalami error.
  • Pengubahan jaringan sangat mudah dan tidak mengganggu bagian jaringan lain.
  • Kemudahan deteksi dan isolasi kesalahan/ kerusakan. Jika error terjadi pada satu simpul, jaringan masih tetap hidup karena koneksi tidak terputus.
  • Kemudahan pengelolaan jaringan sehingga cocok untuk digunakan pada jaringan dengan jumlah komputer yang banyak.

Kerugian Topologi Bintang (Star)

  • Boros kabel.
  • Perlu penanganan khusus dan biaya yang mahal untuk menyediakan hub atau switch sebagai pusat jaringan yang mengatur lalu lintas data.
  • Kontrol terpusat (hub) menjadi elemen kritis karena mendapat beban yang besar.

Sampingan

Sejarah Internet di Indonesia

   SEJARAH INTERNET DI INDONESIA

  Awal tahun 1990-an internet masuk ke Indonesia. Saat itu jaringan internet di Indonesia lebih dikenal sebagai paguyuban network,merupakan semacam komunitas pengguna internet dengan semangat kerjasama dan kekeluargaan. Tokoh-tokoh yang terkenal memopulerkan internet pada awal perkembangannya di tanah air, antara lain: Rahmat M. Samik Ibrahim,Suryono Adisoemarta,Muhammad Ihsan,Robby Soebiakto,Putu,Firman Siregar,Adi Indrayanto,dan Onno W Purbo.

    Mailing list salah satu sarana yang sangat strategis dalam pembangunan komunitas di internet Indonesia. Sekitar tahun 1994,mulai beroprasi P.T. Indointernet (http://www.indo.net.id/) atau indoNet. indoNet merupakan ISP komersial utama di Indonesia yang pada awalnya memanfaatkan lisensi dari P.T. L intas Arta. Seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat,internet digunakan sebagai media untuk mentransfer informasi,pengetahuan,serta untuk aplikasi komersial. Saat ini,menurut penilitian Nielsen online,pengguna internet di Indonesia telah mencapai lebih dari 25 juta orang,merupakan urutan kelima terbesar pengguna internet di Asia.

Sampingan

        …

               SEJARAH INTERNET DI DUNIA

       Pada awalnya internet merupakan suatu jaringan komputer yang dibentuk oleh departemen pertahanan Amerika Serikat di awal tahun enam puluhan. Hal ini dipicu kekhawatiran terjadinya perang nuklir antara Amerika Serikat dengan musuh-musuhnya. Saat itu dikenal adanya istilahperang dingin     yaitu perang yang tidak langsung melibatkan bentrokan fisik di medan perang. Pada era tersebut senjata-senjata pemusnahan masal,seperti nuklir banyak diproduksi untuk menjaga diri. Oleh karena itu,mereka merasa perlu membuat jaringan komputer yang luas agar jika perang benar-benar terjadi,maka informasi dan komunikasi tidak terpusat pada satu titik.

     Melalui proyek ARPA (Advanced Research Project Agency) yang disebut  ARPANET. Mereka mendemonstrasikan bagaimana dengan hardware dan softwarekomputer berbasis UNIX,bisa melakukan komunikasi dalam jarak yang tak terhingga melalui saluran telepon. Proyek ARPANET merancang bentuk jaringan,keandalan,dan besar informasi dapat dipindahkan.

     ARPANET dibangun secara khusus oleh empat universitas besar di Amerika,yaitu: Stanford Research Institute,University California at Santa Barbara,University of California at Los Angeles,dan University of Utah,dimana mereka membentuk satu jaringan terpadu di tahun 1969. Secara umum ARPANET diperkenalkan pada bulan Oktober 1972.

    Bulan-bulan selanjutnya beberapa universitas serta lembaga lain ikut bergabung dalam ARPANET,sehingga perkembangan internet pun meluas dengan cepat,namun masih terbatas pada lembaga-lembaga tertentu. Permasalahan timbul ketika komputer-komputer akan bergabung dengan ARPANET memiliki tipe jaringan serta jenis komputer yang berbeda,maka pada tahun 1973 dikembangkan sebuah cara agar komputer dengan jaringan dan tipe yang berbeda tersebut bisa terhubung dan bisa berinteraksi. Hasilnya,muncul sebuah protokol atau tata cara untuk bisa terhubung ke internet,yang di kemudian hari dikenal dengan istilah protokol TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol). Protocol TCP/IP memungkinkan dua jaringan komputer yang berbeda dapat berinteraksi dan berkomunikasi satu dengan yang lain.

    Pada tahun 1986 internet sudah berkembang pada masyarakat umum,dan penggunaannya sudah meluas bukan hanya di Amerika Serikat. Tahun 1990 proyek ARPANET dihentikan,namun sejarah internet terus berlanjut. Saat itu jaringan komputer dalam internet telah mencapai jumlah 300.000 dan sudah meluas ke berbagai negara. Internet sudah menjadi barang yang umum di pakai dan bebas dipergunakan untuk berbagai keperluan.

      Awalnya internet hanya menawarkan layanan berbasis teks,meliputi remote access e-mail/messaging,maupun diskusi melalui news group. Layanan berbasis grafis seperti web atau WWW saat itu belum ada. Yang ada hanyalah layanan yang disebut Ghoper yang dalam beberapa hal mirip seperti web yang dikenal saat ini,kecuali sistem kerjanya yang masih berbasis teks. Kemajuan berarti dicapai pada tahun 1990 ketika World Wide Web mulai dikembangkan oleh CERN (Laboratorium Fisika Partikel di Swiss) berdasarkan proporsal Tim Berners-Lee. Tahun 1993 program browser yang disebut Mosaic dikembangkan oleh Marc Andreessen. Kemudian muncul browser Netscape,hingga Microsoft mengembangkan Internet Explorer.

     Perkembangan pesat jaringan internet serta penggunannya juga disertai perkembangan yang sangat cepat pada teknologi pendukungnya,antara lain kecepatan koneksi dan media saluran penghubung internet. Saat ini,orang bisa menggunakan internet dengan kecepatan transfer data mencapai satuan Gigabites perdetik melalui teknologi wireless. Pengguna internet tersebar di seluruh dunia dengan jumlah mencapai lebih dari 750 juta orang dan dari waktu ke waktu akan semakin bertambah.